Mas, Surat saya yang dulu untuk Masrizal, saya masukkan lagi ke dalam blog ini. Sebagian teman juga ingin tahu secara gamblang gimana sih keadaan fisik bagian utara SMA kita tahun 2008 ini. Halo, Masrizal Terimo kasih banyak Mas atas emailnya. Photo Mas jo keluarga alah ambo caliak. Rancak bana. Ambo dapek kabar dari kawan-kawan, Mas lai sanang hiduik di Jawa. Alah ado karajo di posisi nan rancak. Ambo sangaik sanang jo bangga mandanganyo. Tetapi di atas sagalo itu, yang paling penting bagi ambo adolah Mas senantiasa dalam keadaan sehat-sehat sajo basarato keluarga: anak-anak jo isteri tacinto. Sebab nikmat hidup yang tertinggi adolah ketika kito hidup sehat. Kok makan lai BATAMBUAH, kok lalok lai BAKARUAH, kok tacirik LASUAH, salero ka nan “ciek” tu masih NAMUAH. He..he..he.. Itu nan paralu DIASUAH. Rasonyo, lewat email iko rancak pulo untuk berkomunikasi. Tapi, kalau disampaikan jo bahaso Minang, agak payah rasonyo. Ambo cubolah saketek-saketek bacurito jo bahasa INDOMI (Indonesia MInang). Sabtu kemarin, jam 4 sore, ada acara temu para alumni di SMA kita (SMAN 1 Lubuk Alung). Saya juga diundang oleh Chandrianto (Sekretaris) tetapi saya berhalangan hadir karena ada pekerjaan lain yang tidak bisa ditinggalkan. Isi pertemuannya (dalam surat undangan) adalah tentang penetapan job kerja pengurus alumni, juklak dan juknis Program kerja Alumni, serta persiapan RAKERNAS ALUMNI yang rencananya akan dilaksanakan di hotel Rocky Padang, pada hari Minggu depan, 26 Oktober 2008. Sayangnya, tidak banyak teman-teman yang hadir dalam acara hari Sabtu itu. Kata Ajisman, hanya enam orang yang hadir. Saya heran, kok segitu aja yang hadir. Kemana teman-teman yang lain. Saya terus bertanya pada Ajis. Akhirnya ia memberitahu saya bahwa kebanyakan yang tidak hadir itu karena tidak setuju diadakannya Rakernas Alumni di Hotel Rocky Padang. “Untuak apo pitih dibuang-buang. Labiah rancak tampek rakernas tu di SMA sajo. Di samping bernostalgia jo SMA, biayanyo ekonomis; murah meriah. Lagian, kok ado bana dana untuk hotel itu, kan bisa dialiahkan untuk membantu pembangunan SMA”, begitu kata kawan-kawan (Yusnedi Yakub, Ajisman, Retna Sari Dewi, Wirna Juita, Christiana) serta pendapat guru kita (Buk Yanti dan buk Helda). Banyak teman yang setuju dengan pendapat di atas. Tetapi, sayangnya ada salah seorang guru kita (juga alumni) punya ide lain. Ia tampaknya bersikeras untuk mengadakan Rakernas Alumni itu di Hotel Rocky Padang. “Rancak nah diadoan di Hotel. Bilo pulo kito ka Hotel lai? Lagian, kan ado salah surang senior kito yang mendanainyo.” Begitu kira-kira ucapannya. Terus waktu ditanya siapa yang mendanai kegiatan di hotel itu. Ia tidak bersuara. Namun, akhirnya ada bisikan terdengar bahwa Rakernas di hotel itu didanai oleh seorang alumni senior. Ketika alumni itu dihubungi dan ditanyakan apakah benar ia yang membiayai rakernas alumni di hotel itu, jawabannya tidak memuaskan: “Yo, bagi ambo dimano sajo Rakernas itu diadokan, ambo setuju. Kalau di hotel diadokan, rancak juo. Nanti biayanyo, kito kumpulkan lewat “Badoncek”. Mendengar jawaban itu, maka timbul keraguan. Sampai sekarang saya belum tahu keputusan tempat Rakernas itu. Kata Ajis,” Kalau lai di SMA diadokan, banyak kawan ka datang. Ambo bersedia menyebarkan undangan”. *** Beralih pada masalah SK (surat keputusan) Pengurus Alumni. Banyak juga pertanyaan yang muncul tentang teknis penyusunan personilnya. Apakah panitia-panita yang duduk dalam SK itu adalah hasil rapat atau hasil dari pemikiran segelintir orang saja?. Bisik-bisik bersuara mulai bermunculan. Misalnya, gosip tentang peletakan posisi pengurus yang tidak tepat: ada alumni 92 (muda) ditempatkan menjadi koordinator bidang, sementara anggota-anggota alumni muda ini adalah para senior (alumni 82, 83, 85, dan 87). Selanjunya, ada juga personil yang diposisikan tidak pada bidang kompetensinya. Misalnya, Ajisman diletakkan pada bidang HAM dan Keamanan. Ajisman sendiri mengatakan bahwa ia tidak sanggup duduk di posisi itu. Banyak teman mengatakan bahwa penempatan personil dalam SK belum “pas”. Intinya, mereka berpendapat bahwa SK Kepengurusan Alumni itu perlu dikaji ulang. Bisik-bisik tentang SK tadi akhirnya bersuara keras. Pertanyaan sampai pada siapakah yang membuat SK itu? Gossip mengatakan bahwa SK itu disusun dan ditulis oleh dua orang alumni di sebuah rumah (tanpa dimusyawarahkan dalam rapat). Akibatnya, keputusan yang buat tidak tepat sasaran. Siapa ya kedua alumni penulis SK itu? (Nanti saya sebutkan orangnya). Oh ya Masrizal. Untuk cerita di atas, saya sambung untuk coretan saya berikutnya? Sekarang pikiran saya agak buntu. *** BERALIH pada kondisi SMA Kita. Masrizal masih ingat nggak kondisi fisik kelas 3A1 dulu? Yaitu kelas yang terletak di sebelah Utara dari kantor majelis guru. Mulai dari kelas 3A1 hingga tiga kelas berikutnya, kondisi ruangan kelas itu “menyedihkan”. Loteng-loteng kelas yang berasal dari papan triplex sudah berlobang-lobang, bahkan tergantung berserabutan. Bolong. Kalau hujan bocor. Air hujan terjun bebas (free fall) ke dalam kelas. Siswa-siswa mengeluh. Konon ceritanya (dari kawan), saat ujian Nasional kemarin 2007, ada lembaran jawaban siswa yang basah karena tetesan air hujan free fall dari loteng. Apalagi kalau hujan lebat, lantai kelas kebanjiran. Ironisnya, sekolah yang kita cintai ini, tahun ini terpilih menjadi Sekolah Berstandar Internasional (SBI). Ha…ha..ha… Kedengarannya dibuat-buat, bukan? Tetapi, setelah saya lihat, memang kelas-kelas bagian utara ini “seperti itu” adanya. Papan tulis dalam masing-masing kelas masih peninggalan “zaman sejarah” (tahun 80-an). Papan tulis masih papan tulis yang dulu (hitam) saat kita masih sekolah di sana. Tentu, Guru masih menggunakan kapur tulis. Selanjutnya, kursi-kursi kelas banyak yang patah, dan sebagian besar sandaran kursi itu sudah banyak yang rusak dan hilang. Bangku belajar ada yang bolong. Bahkan ada pintu kelas yang mengelupas. Aneh ya kenapa kepala sekolah belum mau merenovasi kelas-kelas sebelah utara ini? Mas, masih ingat kan, tempat parkir sepeda motor? Yaitu, di teras kantor majelis guru. Teras itu sudah bolong habis. Setahu saya, loteng itu belum pernah direnovasi semenjak zaman sekolah kita dulu. Papan Triplex loteng teras sudah mengelupas, bergelantungan berserabut, dan berjatuhan. Ada cerita segar yang saya ingat dari Ajisman. Begini, katanya, tahun 2007 lalu, SMA kita pernah dikunjungi oleh SMA Indonesia yang berada di Thailand (Saya lupa nama sekolahnya). Salah seorang pengunjung itu berkata pada temannya (kedengaran oleh Ajis) bahwa apa yang ia pikirkan tentang kondisi fisik SMA kita tidak sesuai dengan yang ia bayangkan. Bayangan mereka bahwa SMA kita memiliki fasilitas yang lengkap dan representative. Tetapi, ketika mereka sampai, kejutan besar ada dibenak mereka. “Wah… dengan kondisi sekolah seperti ini, bisa ya siswa-siswa di sini memiliki prestasi-prestasi nasional. Tentu guru-gurunya profesional” begitu kata kepala sekolah dari Thailand tersebut. Hal yang sama juga dialami oleh Sekolah Mataram ketika berkunjung ke SMA kita. Kondisi yang sama mereka temui. Komentarnya bernada sama. Tetapi dengan bahasa yang berbeda. “Kami menyangka, SMA N 1 Lubuk Alung ini memiliki fasilitas yang lengkap. Ada labor bahasa, labor komputer lengkap, ada koperasi, ada kolam renang, labor fisika, labor kimia, lapangan sepak bola, dan ruangan kelas yang modern. Tapi, kita salut deh… dengan fasilitas seperti ini, siswa-siswi disini memiliki prestasi bagus. Guru-guru di sini tentu profesional” begitu kata guru-guru SMA Mataram tersebut bicara dengan teman-teman mereka. Oh ya.. Mas. Cerita ini lugas saya tulis sekedar menggambarkan kondisi SMA kita saat ini. Sekaligus, sebagai suatu ungkapan tersendiri bagi saya tentang Sekolah yang kita cintai. Konon kabarnya, nama SMAN Lubuk Alung, cukup HARUM namanya di Jawa, apa itu benar? Nanti kita sambung lagi dengan cerita lain. Wassalam Armanto.
Selengkapnya
Kekuatan Sekolah
a. Kekuatan/Keunggulan Sekolah (Strength)
• Mampu membuat dan menyusun program Manajemen Berbasiskan Sekolah (MBS) dan Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah (MPMBS).
• SMA Negeri 1 Lubuk Alung adalah salah satu sekolah piloting Sekolah Kategori Mandiri (SKM)
• Diterapkannya manajemen sekolah secara terbuka, transparasi dan akuntable.
• Jumlah dan kualifikasi guru yang sesuai dengan mata pelajaran cukup tersedia.
• Jumlah ruangan tempat belajar sesuai dengan rombel yang ada
• Tingginya minat dan motivasi siswa terhadap program sekolah
• Tersedianya labor (Fisika,Biologi,TIK dan Bahasa)
• Telah tersedianya pembelajaran yang berbasiskan ICT
• Telah tersedianya Perpustakaan Digital dan jaringan Internet serta Website.
• Lokasi sekolah yang strategis, yaitu terletak pada jalan raya Padang – Bukittinggi, sehingga dapat dengan mudah dijangkau,
b. Kelemahan/Kekurangan Sekolah (Weaknes)
• Beberapa ruangan belajar ada yang bocor .
• Pekarangan dan halaman sekolah becek jika Hujan
• Belum meratanya kemampuan guru pada masing – masing mata pelajaran dalam proses pembelajaran yang berbasiskan ICT
• Siswa belum dapat menempatkan diri secara positif / aktif sehingga belum bisa berkembang menurut semestinya yang dituntut oleh KTSP.
• Diferensiasi yang tinggi antara siswa yang berkemampuan tinggi dan rendah
• Belum adanya tenaga laboran dan pustakawan
• Belum adanya guru bahasa Jepang yang difinitif.
• Belum lengkapnya bahan ajar yang berbasiskan TIK
c. Peluang/Kesempatan Sekolah (Opportunity)
• Dapat melaksanakan program KTSP atas dukungan / motivasi dari semua pihak yang terkait.
• Terbukanya kesempatan untuk bekerja dengan laboratorium bahasa UNP Padang, dalam pelaksanaan program berbahasa asing.
• Terbukanya kesempatan untuk bekerja sama dengan lembaga keterampilan komputer dekat lokasi sekolah guna melaksanakan program penguasaan keterampilan tekhnologi informatika dan komunikasi.
• Perhatian dan antusias yang tinggi dari pemerintah daerah dan dinas pendidikan kebupaten Padang Pariaman untuk mengajukan pendidikan khususnya pelaksanaan KTSP di SMA Negeri 1 Lubuk Alung.
• Dukungan dari orang tua / komite sekolah bagi pelaksanaan program KTSP di SMA Negeri 1 Lubuk Alung.
• Terdapat lembaga keterampilan yang berlokasi dekat dengan sekolah akan sangat menunjang terlaksananya KTSP Sekolah.
• Partisipasi aktif masyarakat sekitar lingkungan sekolah dalam memajukan pendidikan cukup tinggi
d. Ancaman Sekolah (Threat)
• Lokasi sekolah yang berada pada posisi silang sehingga di khawatirkan dapat mudah terpengaruh oleh budaya negatif yang datang.
• Sosialisasi yang masih belum maksimal tentang SKM pada orang tua menimbulkan keragu – raguan dari orang tua.
• Timbulnya rasa was – was ( kekhawatiran ) dari orang tua siswa tentang masa depan anaknya untuk masuk ke perguruan tinggi bagi siswa yang melaksanakan sistim SKS.
e. Alternatif Langkah – Langkah Pemecahan Persoalan
Mengembangkan keprofesionalan guru mata pelajaran melalui :
• Meningkatkan frekuensi ketahanan imtaq siswa melalui penyuluhan-penyuluhan oleh instansi yang terkait( kepolisian, tokoh adat, tokoh agama serta guru mata pelajaran).
• Mensosialisasikan pada orang tua pada setiap awal tahun pelajaran serta pada setiap pelaporan hasil belajar peserta didik.
• Mensosialisasikan dan memberikan pengarahan pada orang tua pada setiap awal tahun pelajaran tentang pelaksanaan sistim SKS
Selengkapnya
Profil orang tua siswa
Profil Orang Tua Peserta Didik
• Pekerjaan
Pegawai negeri : 88 orang
Swasta : 167 orang
Wiraswasta : 60 orang
Pedagang : 212 orang
Petani : 228 orang
Nelayan : 22 orang
Buruh : 16 orang
Tukang : 54 orang
Polri/abri : 13 orang
Dll : 16 orang
Selengkapnya
Profil SMA
PROFIL SEKOLAH
1. Nama Sekolah : SMU Negeri 1 Lubuk Alung.
Alamat : Jalan sungai Abang Lubuk Alung
NSS : 301080505002
Propinsi : Sumatera Barat
Kabupaten : Padang Pariaman
Kecamatan : Lubuk Alung
Kode Pos : 25581
Telphone : (0751) 96033
Fax : (0751) 96033
E_Mail : sman1_lubukalung@yahoo.co.id
Visi, Misi dan Tujuan Sekolah
Visi
Peserta didik Cerdas, terampil, berwawasan lingkungan, IPTEK berlandaskan IMTAQ serta mandiri.
Misi
2.1. Menumbuh kembangkan penghayatan dan pelaksanaan terhadap ajaran agama sehingga dapat menjadi generasi yang beriman, bertaqwa dan berakhlak mulia.
2.2. Menghasilkan para lulusan yang mampu melanjutkan pendidikan kejenjang perguruan tinggi dengan memanfaatkan semua sumber yang ada
2.3. Membekali peserta didik dengan pengetahuan / wawasan keterampilan yang dapat dimanfaatkan oleh stake holder sesuai dengan kebutuhan.
2.4. Membentuk sikap dan kepribadian para lulusan yang dapat ditampilkan sesuai dengan budaya setempat.
2.5. Membekali para lulusan SMA dengan kecakapan, keterampilan lokal dan teknologi informatika.
Tujuan Sekolah
3.1. Membina peserta didik agar memiliki sikap dan kepribadian yang terpuji serta mampu dan taat menjalankan aktifitas keagaaman dalam kehidupan.
3.2. Mempersiapkan peserta didik dengan pengetahuan, keterampilan dan sikap untuk melanjutkan ke Perguruan Tinggi.
3.3. Membekali peserta didik dengan kecakapan hidup ( Life Skill ) yang sesuai dengan stake holder, khususnya bagi yang tidak melanjutkan ke perguruan tinggi.
3.4. Mengaktifkan dan memfasilitasi peserta untuk dapat memanfaatkan berbagai sumber belajar yang berbasis perpustakaan, labor dan teknologi informatika.
3.5. Mempersiapkan peserta didik untuk bersaing dalam menghadapi kemajuan teknologi dan globalisasi.
3.6. Mempersiapkan peserta didik berkompetisi dalam bidang akademik dan non akademik baik tingkat daerah , nasional dan internasional.
Selengkapnya
Langganan:
Entri (Atom)


